Laman

Minggu, 04 Desember 2011

Childhood Friends

Sering saat aku baca beberapa buku cerita atau nonton beberapa drama kutemukan kisah tentang teman masa kecil. Biasanya dalam cerita ini terdapat twist antara tokoh utama dan teman masa kecilnya, misalnya dengan munculnya masalah dalam persahabatan mereka, atau adanya konflik batin karena perubahan status dari temen jadi demen. Tapi yang jadi favoritku adalah cerita teman masa kecil yang terpisah setelah beberapa tahun lamanya, lalu mereka berjumpa kembali ketika sudah jadi lebih dewasa. Emosi yang dimunculkan oleh tiap karakter dalam cerita ini benar-benar...wow, kompleks! Dari kaget, bahagia, kangen campur haru... Pokoknya sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Rabu, 23 November 2011

Female Brain

Sudah pernah membaca buku yang satu ini? "Female Brain: Mengungkap Misteri Otak Perempuan" karya Louann Brizendine.

Brizendine sendiri adalah seorang dokter spesialis neuro psikiatri (saraf jiwa). Setelah selama 20 tahun berinteraksi dengan pasien-pasiennya dan mendalami profesinya ini, dia menemukan bahwa ternyata ada perbedaan pada otak laki-laki dan perempuan yang mengakibatkan perbedaan sifat antara keduanya. Selama ini mungkin kita sudah terbiasa mendengar labelling kalau perempuan itu cerewet, suka ikut campur sementara laki-laki bandel dan susah diatur. Kita mengira sifat itu tumbuh karena pengaruh gaya asuh, lingkungan, atau budaya. Ternyata di buku ini dr.Brizendine menjelaskan kalau tanpa pengaruh lingkungan pun memang sudah dari lahir laki-laki dan perempuan diciptakan begitu. Otak sudah mengatur pembentukan sifat laki-laki dan perempuan.

Ada sebuah contoh menarik yang diceritakan dalam buku ini.

Minggu, 20 November 2011

Tips & Trik Mahasiswa Baru

Hmm... mungkin buat kamu yang pingin tahu gimana sih kuliah S2 di sains psikologi UI, aku share di sini ya....


Pertama, soal uang masuk... mUahal! Bahkan gara-gara naik lagi uang kuliahnya tahun ini, jumlah siswa sains yang memang udah sedikit ini berkurang 50%! Ya.. mudah-mudahan ada evaluasi dari pihak dekanat & rektorat soal ini sehingga kebijakannya bisa diubah jadi lebih ramah untuk para calon mahasiswa tahun depan. Kalau kamu menyiapkan beasiswa sebelum kuliah, itu bisa sangaatt membantu. Salah satu pilihan yang bisa dicoba adalah Beasiswa Unggulan dari Kemdiknas seperti yang sekarang ini kupakai (alhamdulillah dapett).

Senin, 14 Maret 2011

Penghargaan Orang Tua terhadap Ilmu

Baru saja aku mewawancarai seorang teman, karena diberi tugas berlatih wawancara fenomenologi (sesuai suatu fenomena atau kejadian). Temanku ini punya buanyak pengalaman. Dia seorang ustadzah, pernah mengajar di SMA, bekerja sampai level executive manager, bahkan pernah pula jadi caleg tingkat wilayah di Pemilu 2004 lalu!

Topik yang aku pilih untuk wawancara ini adalah mengenai pengalamannya terjun ke dunia politik hingga dicalonkan jadi caleg, karena ini pengalaman unik buatku. Ngga semua orang yang kukenal mau terjun ke dunia politik.

Jadi, kutanyakan dia beberapa macam pertanyaan, sampai ke pertanyaan tentang bagaimana dia bisa membuat keluarganya (terutama ibunya) menerima aktivitasnya bergabung dengan sebuah partai. Tak kusangka--karena selama ini aku tahu diantara saudara-saudaranya yang total berjumlah 8 orang termasuk dia, ibunya paling demen sama dia--ternyata dulu dia langganan kena amukan ibunya!


Senin, 28 Februari 2011

Kunjungan ke SLB

Pekan lalu aku mengunjungi salah satu SLB negeri di kawasan Jakarta Selatan yang menyediakan hampir semua kelas kekhususan, seperti kelas A (tuna netra), B (tuna rungu dan tuna wicara) dan C (tuna grahita). Kunjunganku pertama kalinya di sekolah khusus seperti ini bertujuan untuk melakukan observasi di kelas anak Down Syndrome (DS), yang termasuk di kategori kelas C.

Hmm... first impression di sana adalah... 'Ini kayak sekolah negeri biasa deh...', waktu melihat anak-anak jajan di luar pagar sekolah. Iya, kalau melihat mereka bermain di jam istirahat mereka seperti anak-anak biasa kok. Tapi, ada cukup banyak juga orang umum yang duduk-duduk atau jalan-jalan menemani beberapa orang anak. Ya, mereka pengasuh beberapa orang anak yang butuh pengawasan khusus. Bahkan kalau aku dan teman-teman sekelas ngga melapor pada pihak sekolah, mereka pasti bisa ngga menyadari kalau ada 4 orang asing sedang berkeliaran dan mengintip-intip proses belajar anak-anak di sekolah mereka. Hehehe....

Sabtu, 12 Februari 2011

Pendidikan Teoritis di Indonesia

Beberapa hari yang lalu saya meminjam sebuah buku yang berpenampilan sangat sederhana di Perpustakaan Pusat UI. Cover-nya berwarna biru polos dengan 2 baris font judul simpel, yang bertuliskan "Pembinaan Watak Tugas Utama Pendidikan", oleh Slamet Iman Santoso. Buku ini adalah kumpulan karya tulis Pak Slamet, seorang pendiri Fakultas Psikologi UI, di media cetak, yang dikumpulkan oleh murid-muridnya. 
 
Dibalik tampilan luarnya yang benar-benar amat sederhana, tak disangka buku ini begitu berisi. Topik pertama yang saya baca sudah terasa ditulis dengan begitu menggebu-gebu. Tulisannya berjudul "Sifat Sekolah Rakyat", dari bagian Pokok Pemikiran Pendidikan Sebelum 1970. Pada karyanya yang ini, Pak Slamet mengkritisi Sekolah Rakyat (SR) yang terlalu cenderung mengajarkan ilmu teori kepada siswa. Karena situasi SR sebelum tahun 1970-an ini masih tidak jauh berbeda dengan kondisi Sekolah Dasar (SD) sekarang, saya tertarik sekali untuk menceritakan ulang isi topik ini, tak lupa ditambahkan pula dengan hasil diskusi saya dengan seorang guru.